Jumat, 23 Agustus 2013

Fiksi Mini: Change

Pagi ini aku terbangun tak seperti biasanya mimpi yang kualami semalam terlihat begitu nyata, kuamati keadaan sekitar, aku masih berada ditempat yang sama ketika aku terlelap semalam, masih diatas kasur yang kupakai tidur setiap malam, masih mengenakan pakaian yang sama ‘hmmmm.. bukan sekitarku yang berubah tetapi aku’ pikiranku mencoba membisikkan jawaban. Aku beranjak dari pembaringan menuju cermin yang menjadi bagian dari lemari yang terletak disudut ruangan, kutatap sosok gadis yang terpantul dicermin, kuamati baik – baik rupanya, dengan seksama aku mengamatinya tak ada satu bagian pun yang luput dari pandanganku, ‘tidak ada yang aneh dari gadis itu,’ gumamku.  Dihadapan gadis itu aku mulai berjinjit, memiringkan tubuhku kekiri dan kekanan mencoba mencari keganjilan yang sejak tadi kupikirkan, nihil, aku tak dapat menemukan apapun. Rasa keingintahuanku semakin besar,
aku berjalan tiga langkah kebelakang dan tiga langkah kedepan membuatku kembali ketempat semula, aku masih tetap tidak bisa menemukan sesuatu yang berubah. Aku mulai berpikir bahwa semua perubahan itu hanya terjadi di pikiranku. Kembali aku menatap cermin, memperhatikan raut wajah gadis itu sekali lagi hingga aku tak sadar bahwa seseorang telah melingkarkan tangannya dipinggangku, ‘apa yang kamu lakukan? Hari masih terlalu pagi untuk bercermin, berbaringlah lagi bersamaku, kupikir kamu masih lelah dengan yang kita lalui semalam’. Suara yang begitu lembut, kupalingkan wajahku kearah suara itu, pemilik suara itu mengecup keningku dengan lembut, begitu hangat, membuatku mengingat kembali semua kepingan memori yang terjadi beberapa waktu ini, aku membalas senyumnya, kuberikan senyum terindah yang kumiliki. Aku mengingat semuanya sekarang, semua itu bukan mimpi ; aku memang telah berubah. Aku memiliki kehidupan yang baru dan orang inilah yang mengubah semuanya. Aku ingat bagaimana sumpahnya ketika dia mengajakku menjalani sisa hidupku bersamanya, aku ingat bagaimana dia berjanji menjagaku dan membuatku tersenyum setiap saat. Aku mengingat semuanya, ketika aku kembali mengingat sumpahku untuk selalu berada disisinya saat siang berganti malam dan ketika panas berganti hujan, tanpa kusadari buliran – buliran air mata telah mengalir mengikuti bentuk wajahku dan perlahan jatuh membasahi sepotong daster tidur yang tengah kukenakan. Dengan pandangan nanar aku berusaha menatapnya kembali, mengingat setiap bagian dari wajahnya, semakin jelas aku mengingat sosok yang ada dihadapanku semakin pudar bayangannya. Dalam sekejap perasaan takut menyelimuti perasaanku, ‘aku tidak mau kehilangan dirinya lagi’ batinku. Tanpa sadar aku sudah menjerit memanggil – manggil namanya, berusaha mendekapnya agar dia tidak meninggalkanku lagi, tapi sekali lagi aku terlambat, saat aku benar – benar sadar aku sudah kehilangan dirinya. Aku ingat sekarang, sudah lama dia tidak disini, aku merindukannya.



1 komentar :

  1. Your blog is really cute =)

    http://www.gwiyomistyle.net/
    Beauty review, D.I.Y, Beauty Tips and more...

    BalasHapus

thanks for your comment ^_^
I will response your comment asap :D