Sabtu, 06 April 2013

Hujan Malam Ini


Hujan malam ini menemani kelaraan hatiku yang sejak tadi enggan menjauh. Mendengar tetesan air yang begitu keras terhempas ke tanah rasanya seperti mendengar setiap detak jantungku yang telah berdegup kencang dan menyebabkan saraf-saraf yang ada di otak ku semakin kacau. Jauh sebelum sang surya meninggalkan tahta rasaku telah terhempas jauh, singgasanaku yang sebelumnya bersebelahan dengan sang penguasa separuh waktu, kini semakin tak bisa kugapai karena aku telah kembali dari dimensi yang kusebut dengan ‘mimpi’ ketempat awal dimana seharusnya aku berada yaitu ‘realita’.
Sejak tadi, langit mendung telah lebih dulu menyelimuti hatiku sebelum akhirnya ia menyelimuti seluruh kota dan menumpahkan seluruh butiran keindahan itu untuk menutupi kelemahanku. Seakan tak ingin kalah dengan badai yang terjadi diluar sana, mataku pun terus menjadi membuat badainya sendiri yang hingga detik ini kian memburuk dan membuatku semakin menyadari bahwa tempat yang aku masuki ini bukanlah daerah yang bersahabat.
Aku yang telah berjalan keluar dari tempat asalku ‘masa lalu’, berpikir untuk menjadi pengelana dalam beberapa waktu berusaha mencari hal baru yang sebelumnya tidak pernah bisa aku lakukan ketika terjebak didalam sana, namun, tanpa disadari aku sudah berada ditempat ini, tempat aneh yang tidak pernah aku temui sebelumnya. Pertama kalinya sampai, ak menengadahkan kepalaku, melihat kearah tulisan yang menyebutkan bahwa tempat dimana aku berpijak ini adalah ‘masa depan’. Aku berpikir keras, bagaimana tempat yang begitu menakutkan ini disebut masa depan? Bahkan tempat dimana sebelumnya aku tinggal masih lebih baik dari ini. Bagaimana tidak? Jika kamu melihat tempat yang begitu sepi, gelap, berkabut,dan diliputi awan hitam, tempat ini begitu mengerikan untuk disebut sebagai masa depan. Aku tidak ingin melangkahkan kakiku masuk ketempat yang menyeramkan seperti ini, akan tetapi aku merasakan sesuatu yang hangat dan nyaman yang berhasil menarikku masuk kedalam masa depan.
Tempat ini begitu mengerikan, akan tetapi aku merasa tempat ini tidak terlalu menakutkan, aku merasakan matahari, aku merasakan pelangi, walaupun aku tidak tahu dimana aku akan menemukan mereka diantara semua awan hitam yang menutupi seisi masa depan. Keyakinanku membuat aku bertahan ditempat ini, aku percaya bahwa ditempat ini ada matahari, ada pelangi, aku yakin bila suatu saat badai yang menakutkan ini akan berlalu dan aku bisa melihat mentari dan pelangi disini.
Masa depan itu aneh, tempat ini tampak begitu menyeramkan, tapi aku tak merasakan takut sama sekali, aku merasa tempat ini seharusnya tempat yang indah, karena aku merasakan kenyamanan dibalik kengerian yang digambarkan oleh tempat ini. Aku terus berjalan menyusurinya, berjalan semakin jauh kedalam berharap menemukan sesuatu yang bisa meyakinkanku bahwa tempat ini adalah tempat yang indah. Aku terus berjalan dan berjalan, dan aku semakin tertarik dengan tempat ini, aneh pikirku, tempat ini begitu menyeramkan, akan tetapi begitu nyaman untuk ditinggali. Aku merasa aman tinggal ditempat yang seperti habis dilanda angin topan. Aku terus melanjutkan perjalananku, dan semakin jauh aku melangkahkan kaki, semakin aku menyukainya, dan tidak ingin melangkah keluar dari tempat ini. Aku akan terus menunggu, menunggu ditempat ini, menunggu hingga matahari muncul dan pelangi terlihat. Aku percaya tempat ini akan menjadi tempat yang lebih baik dari masa lalu. Aku percaya bahwa takdirlah yang membawaku kesini, dan sekarang aku harus berusaha bersabar dan bertahan untuk melihat keindahan yang akan diberikan untukku.

1 komentar :

  1. Your current writе-uρ hаs established helpful to me.
    It’s еxtremelу educatiоnal аnd you're simply obviously very knowledgeable in this area. You have got opened my personal eye to be able to various opinion of this particular topic with intriguing, notable and solid written content.
    Here is my website ; Xanax

    BalasHapus

thanks for your comment ^_^
I will response your comment asap :D